♥ Ini Tentang Kita Hun ♥

>> 11 January 2012

Aku buat catatan ini untuk memperingati Anniversary kita hun, walaupun udah telat 3 hari :D

Ntah kenapa atau ntah nurun dari mana, aku ini sebenarnya pengkhayal hebat. Kadang sering merasa serem sendiri sama khayalanku. But i can't stop it, terkadang bahkan sampai di luar kendali, terus dan teruss sampai terkadang membuat aku bergidik sendiri

Pernah aku membayangkan gimana kalo kamu pergi duluan hun... huaaaaa (ini khayalan paling gila yang pernah datanng) Gimana nasibku?? gimana nasib anak2? Bagaimana aku membersarkan sikakak dan si adek seorang diri? Apa aku balik lagi ke rumah mama, membuka lembaran baru disana, apa aku kuat menjalani hari2 tanpamu.. (begidik aku membayangkannya... )

Pikiranku melayang pada suatu masa, dimana aku duduk didepan komputer, dan kamu juga duduk di depan komputer (di tempat yang berbeda yang aku tak tau dimana) dan MIRC mempertemukan kita melalui layar monitor :D Dulu tak ada facebook2an, bahkan friendsterpun masih sedikit sekali yang menggunakannya, kita ngobrol tanpa mengetahui wajah satu sama lain. Hari terus berlanjut, dan kita pun semakin akrab walaupun hanya memlaui chat di MIRC (metode chat jaman dahulu kala sekali :P), Sampai akhirnya kita bisa kopdaran di Speednet (Lucu aku meningat hari dimana kita bertemu untuk pertama kalinya)


Aku juga teringat pada suatu saat dimana kita pulang dari bepergian, naik motor sambil hujan2an. Aku memperhatikan para pejalan kaki yang mencoba mengejar waktu, berlari di derasnya hujan, atau ada yang hanya menepi menunggu hujan reda. Aku teringat beberapa tahun lalu, waktu kita juga belum ada motor, kita pernah berjalan kaki di tengah derasnya hujan, pernah menepi bersama orang2 yang mencoba berteduh, pernah sempit2an di dalam angkot yg panas, yang didalamnya penumpang inang2 dari pajak dengan bau nya yang khas, atau bapak2 yang dengan leluasanya menyebarkan asap rokok tanpa menghiraukan sesama penumpang. Aku juga ingat kita pernah berjalan kaki berkilo2 meter, karena tak punya uang untuk naik angkot (*sigh*)

Waktu itu aku menatap iri pada mobil2 yang lewat atau pada motor2 yang lewat sambil protes, "Tuhan aku kok gak punya mobil atau motor sih, kan jadi susah jalan begini kehujanan dan kepanasan terus.." Trus aku jadi kepingin banget punya mobil, atau setidaknya motorlah, dan hidup yang berkecukupan, gak pake jalan kaki lagi karna gak ada uang untuk ongkos angkot

Tapi seiring berjalannya waktu, toh aku lebih memilih kamu, si tak bermobil, tak bermotor, dan tak berduit ini. Sampai sekarang aku nggak ngerti alasannya kenapa, klise sekali ya kalau aku bilang karena "CINTA" :P

Waktu terus berjalan, dan akhirnya Tuhan memang mempersatukan kita. Tinggal seatap dengan dua kepala yang berbeda bukan hal yang gampang. Kerikil2 kecil sudah pasti ada, kerikil besar juga sering datang, batu bata juga aja :D but life must go on

Aku nggak bisa bilang kamu suami yang sempurna, kepala keluarga paling hebat di seluruh dunia, the most wanted hubby in d world, karena ternyata kamu juga manusia biasa yang punya kekurangan dan cacat cela, sama seperti aku. tapi kata Tuhan ini untuk seumur hidup, udah di "stempel", gak ada masa expirednya, apalagi tukar tambah.Pokoknya gak bisa. Titik
Iya Tuhan, its ok. Aku nggak minta tuker tambah kok, hanya saja aku pengen dia lebih lembut hati lagi, lebih punya perasaan peka lagi (*mencoba nego sama Tuhan, kebiasaan jualan di Online Shop :D maaf ya Tuhan)

Aku juga selama ini belum bisa jadi istri yang sempurna kok. Masih banyak banget kekurangan dan cacat cela sebagai istri. Salah satunya, dimana-mana seorang istri kalau suaminya pulang kerja tuh di sambut hangat, di sediain teh, ditemenin makan malam. Kalo aku mah nggak. Si kakak n adek aja yang nyambut kamu pulang, aku nya masih asyik aja jualan n internetan di dalam kamar, kadang sibuk mencet2 si BB aja

Ntah kenapa sisi romantisku berangsung2 hilang, lenyap, tak berbekas... dan kamu juga "hampir" begitu. Apa karena sudah ada anak-anak dan kegiatan masing2 yang sudah menyita waktu kita. Padahal dulu aku mengklaim diri sebagai seorang yang romantis :D haha

Aku hanya bisa berdoa, semoga perjalan hidup kita masih panjang, masih bisa kompak, bergandengan tangan, membesarkan anak-anak bersama-sama. Dan aku juga semakin mengerti kenapa Tuhan memberikanmu untukku sepanjang hidupku. And I wanna say, I love u hun

Happy 7th Wedding Anniversary my lifetime partner ♥♥

»

I'm Back ^_^

Lagi... Lagi... Lagi... dan Lagi...
berkali-kali blog-ku ini terbengkalai. Dibilang sibuk, ya memang sibuk ngurusin rumah,anak-anak dan OnlineShop. Tapi ya bukan juga yg sok super sibuk sampe gak bisa punya "me time"

Sekarang sudah di Januari 2012. Terakhir kali posting 07 Juli 2011. Hem... udah setengah tahun blog ini tak terurus. Dan dalam masa setengah tahun itu juga banyak hal yang terjadi. Si Kakak masuk udah pakai seragam Putih Merah alias udah duduk di bangku SD, Online Shop-ku yang lumayan penjualannya (Puji Tuhan), sampai terakhir aku harus masuk RS dan menjalani operasi, "hamil di luar rahim"

Nggak pernah terlintas dalam benakku sedikitpun aku akan mengalami penyakit itu. Aku pikir hamil di luar rahim itu memang ada janin yang terbentuk di luar rahimku, tapi ternyata tidak. bukan janin lagi yg terbentuk, tapi beerupa jaringan lunak, ahhh ntah apalah itu, detailnya aku udah tulis di note fb, bisa di klik disini "Apa itu Hamil Anggur"

Seminggu setelah aku pulang dari RS, tepatnya 30 november 2011, opung doli berpulang ke rumah Bapa, merupakan goncangan yang cukup menyedihkan buat keluarga kami, opung doli yang selama ini menjadi contoh, teladan dan panutan harus pergi. Sebulan setelah kepergian opung, Keponakanku Putri harus masuk RS juga dan harus menjalani operasi, ususnya sudah busuk dan pecah. Tak terbayangkanku anak umur 11 tahun harus merasakan sakitnya di operasi, aku saja yang sudah dewasa merasa sangat tidak mengenakkannya di operasi. Sehari setelah operasi Putri, dapat kabar lagi bahwa abang ku yang di Pekan Baru masuk RS. Sempat aku berpikir... "Ya Tuhan... apa-apaan ini, kenapa semuanya datang secara beruntun" Tapi kembali lagi aku teringat bahwa di balik setiap masalah dan persoalan, ada rencana Tuhan yang baik dan indah. Ada maksud dan teguran Tuhan di setiap derita dan kesedihan yang ku alami.

Sekarang... semuanya sudah terlewati, walaupun di tahun lalu banyak tantangan dan pergumulan, tapi aku tahu penyertaan Tuhan tidak pernah lepas. Bukankah dia yang menjanjikan "Marilah kepadaku semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberikan kelegaan kepadamu" Ya.... di tahun 2012 ini aku hanya mau semakin dekat dan melekat dengan-Mu saja Tuhan ^_^

»

Sok Tahu

>> 07 July 2011

Seorang anak kecil sedang menyusun puzzle bergambar seekor gajah. Tubuhnya sudah tersusun. Tinggal ekor dan belalainya. Di tangannya ada sekeping gambar sesuatu yang berbentuk memanjang. Si anak langsung meletakkan keping tersebut ke bagian ekor. Sayangnya, bagaimanapun ia mencoba, keping itu tidak bisa masuk. Sang ayah berusaha memberi tahu bahwa itu bukan ekor, melainkan belalai. Namun, si anak membantah: ekorlah yang panjang. Jadi, teruslah ia mencoba-coba meletakkan keping gambar belalai itu ke ekor si gajah.

Itulah yang terjadi kalau kita bersikap sok tahu. Dan, kadang kala itu malah menjadi tindakan bodoh dalam pandangan orang lain. Lebih baik apabila kita meneladani apa yang dilakukan Zakharia. Ia mendapat penglihatan ilahi, tetapi tidak mengerti maknanya. Maka, dengan polos ia menanyakan maknanya kepada malaikat. Menarik bahwa malaikat tidak langsung menjawabnya. Malah memberikan pertanyaan seolah-olah malaikat itu berharap Zakharia seharusnya sudah tahu. Sangat manusiawi kalau saat itu Zakharia merasa harga dirinya tersinggung sehingga berhenti bertanya atau bahkan bersikap sok tahu. Namun, Zakharia tidak melakukan itu. Ia tidak berusaha menebak-nebak, apalagi berpura-pura tahu. Melainkan dengan rendah hati ia mengakui ketidaktahuannya. Ini dilakukannya sampai dua kali (ayat 4,11,12).
Tidak bersikap sok tahu menegaskan karakter yang rendah hati dan mau belajar. Agar berhasil dalam berbagai aspek kehidupan, inilah sebenarnya yang terus kita perlukan. Lebih jauh lagi, Tuhan menghargai sikap yang seperti ini.

»

Selamat dari Bencana "Namo Sira-Sira"

>> 19 May 2011

Jumat, 20 Mei 2011... Udah lama banget aku nggak poting. Setiap hari semakin sibuk. Rasanya sehari itu kurang 24 jam. Bangun pagi segala tugas-tugas udah menanti. masak, beresin rumah, beresin anak2, siapin si kakak sekolah. Siangnya jemput si kakak pulang sekolah, nyuci, setrika. Belum lagi ngurusin admin Yayasan. Dan kalaupun online paling bentar buka facebook. update status atau komen2 status temen. Hmmm... Ok deh prolog nya segini aja, hehehe :)

Trus kenapa sekarang bisa buat postingan baru?? karna aku rasa hal ini wajib, kudu, mesti, harus di postingin. Jadi hari ini aku sempatini diri buat ngisi blog lagi:)

Selasa itu, 17 Mei 2011. Tepat hari libur (Hari Raya Waisak). Aku dan teman-teman gereja pergi jalan-jalan ke "Namo Sira-Sira" letaknya di daerah Binjai-Langkat. Aku sih baru pertama kali ini pergi ke tempat itu. Awalnya nggak ada niat mau pergi. Tapi pasa kamis malam, aku baca status teman di fb, Lidia Wakkary : "Can't wait for tomorrow...Bbrp ank G4C...PS.JOHN KINGMA N FAM...saat berefreshing....acaranya seruuuuuu...permainan...dan hottttt sharing:)" aku pun langsung komen2 bilang mau ikut. Setelah tanya2 ama daddy, ternyata si daddy nggak bisa libur, tetap masuk kerja di tanggal merah. Akhirnya aku urungkan niatku untuk pergi.

Keesokan paginya, aku lihat HP, ada sms masuk dari Kak Lasmian, yang isinya, "bu... kalo mau ikut ke Namo Sira-Sira" bareng mobil kami aja". Langsung deh naluri "jalan-jalan"ku bangkit kembali. Aku tanya si daddy, beliau pun kasih ijin. Dan akhirnya aku ikut pergi ke Namo Sira-Sira bareng anak-anak...

Singkat cerita, kami sampai di tempat tujuan. Tempatnya memang indah. Masih asri banget. Sungainya juga jernih banget dan banyak batu2nya. Sampe di sana, kami sewa tenda, doa, sharing, dan anak G4C buat games. Ada juga dari gereja lain yang buat kebaktian disana, mungkin mereka retreat.

Sebenarnya ini acaranya G4C (Generation for Christ), anak-anak youth di gereja kami. Tapi dasar emang "gak tau diri", udah emak-emak masih ikutan juga, (hahahaha), aku ikut di acara itu. Tapi ada beberapa juga kok orang tua yang ikut :P

Nah... pas anak G4C buat games, aku bawa Dya en Rio mandi2 di sungai. Tante Un juga ikut mandi. Lagi enak-enaknya mandi, eh... gerimis datang. Aku bawa Rio ke tenda lagi. Dya masih mandi bareng Tante Un, tapi gak lama balik ke tenda juga karena gerimisnya semakin deras. Kami duduk-duduk di tenda. Dya masih pengen mandi lagi, tapi aku larang karena masih gerimis. Setelah gerimis berhenti, Dya minta mandi lagi, tapi aku udah males balik ke sungai karena Rio sudah kuberesin (udah bersih, en kering), aku suruh Dya mandi sendiri dan aku lihatin dari tenda, tapi Dya nggak mau.

Setelah sekitar 15 menitan duduk-duduk di tenda (dan anak G4C masih main games). Aku lihat orang-orang pada berlarian pontang-panting. Terdengar teriakan "Banjir!!... banjir!!...." sontak kami semua langsung kaget dan panik. Aku lihat Dya langsung di angkut Kak Lasmian ke mobil, aku angkat barang-barang, dan langsung mencari Rio, karena sebelumnya Rio main bersama Indus. Untung aku melihat mereka, aku angkat Rio dan masuk ke mobil. Banyak orang berlarian ke atas karena paniknya. Memang air sungainya sudah semakin naik, arusnya juga sangat deras. Saat naik kemobil, para penduduk setempat membantu mobilnya naik, karena hanya bisa lewat dari jalan pintas, yang mendaki, dan jalannya lembek, harud dibantu dorong dari belakang. Saat itu aku lihat wajah anak-anak ku yang ketakutan. Jujur aku lemas. Tapi aku selalu berdoa minta pertolongan dari Tuhan. Tuhan Yesus pasti tolong kami. Air sudah naik memenuhi tenda tempat kami duduk tadi. Mobil belum juga bisa naik. Akhirnya dengan dibantu dengan beberapa orang penduduk, akhirnya mobil kamo bisa naik juga ke atas. "THANK YOU JESUS"

Sampai diatas. beberapa anak youth berkumpul. Kami semua berkumpul. Untunglah semuanya selamat. Barang2 juga sepertinya sempat diangkut. Hanya sepasang pakaian Rio yang tenggelam. Tak apalah, yang penting anak-anak ku selamat...
Tiada henti-hentinya aku mengucap syukur sama Tuhan. Sepanjang perjalanan jantungku masih berdebar-debar. Masih terbayang olehku air yang menggulung naik, wajah anak-anakku yang ketakutan, mobil yang dipaksa naik dari jalan pintas. Memang kalau bukan karna anugerah Tuhan, kami semua tidak bisa selamat...

17 mei 2011, Namo Sira-Sira: hal yang tak pernah kulupakan dan aku pun belajar, diatas segalanya Tuhanlah yang berkuasa, dan hanya Tuhan lah satu-satunya benteng keselamatan kami, yang meluputkan kami dari marabahaya. THANK YOU LORD!!!!

»

Andainya aku jadi mereka...

>> 16 November 2010

Senin malam, sekitar jam 20.00 WIB, aku mendengar mama mertuaku terima telpon dari seseorang. Dia menyebutnya "inanguda". Aku nggak tau pasti siapa itu. tapi dari pembicaraan mereka aku mendengar "Si oliv aja yang nganterin ya?". Weks... ada namaku disebut. Telpon ditutup. Trus mama bilang, "Kau tau rumah Pak Simamora kan? anterin dulu inanguda kesitu, mereka lagi dijalan, udah mau sampe" (dalam hati inanguda siapa??? aku nggak kenal. Trusss.. tiba² "proccesor"-ku langsung ngeh, oh.... Iting)


Iting itu sebutan nenek bagi suku Karo (karena beliau Boru Ginting). Masih saudara, tapi bisa dibilang nggak deket banget. Adiknya mama mertuaku punya mertua, nah.... Iting ini adiknya mertua adik mertuaku itu, ribet ya... hihihihii. Singkatnya si iting ini adik mertua paman suamiku (hedeh.... masih ribet juga.... pokoknya masih sodara lah)

Singkat cerita aku nganterin Iting ke rumah Pak Simamora. Sebenarnya ada masalah diantara mereka berdua. Kemarin² Pak Simamora bekerja merehab rumah Iting. Trus setelah semuanya pekerjaannya selesai, ternyata pas musim² hujan gini atapnya pada bocor semua (padahal sebelumnya tidak). Menurut pengakuan Iting, kalo hujan deras, rumahnya jadi kebanjiran, karena kayak air bah tumpah dari atas menggenangi rumah.

Iting minta Pak Simamora datang kembali membagusinya. Tapi masalahnya Pak Simamora ini merasa tidak "mengutak-atik" atap rumahnya (hanya menempel sedikit). Jadi itu bukan tanggungjawabnya. Mereka beradu argumen. Aku hanya menjadi penonton, juga Ayub (anaknya Iting). Karena aku pikir ini masalah mereka, aku tidak perlu mengeluarkan sepatah katapun.

Setelah hampir setengah jam dirumah Pak Simamora, belum ada titik temu. Iting bertahan Pak Simamora harus membetulkan kembali atapnya yang bocor, dan Pak Simamora pun bertahan bahwa itu bukan tanggungjawabnya. Sampai akhirnya Pak Simamora bersuara "Kalau Ibu mau saya datang memperbaikinya lagi, ya Ibu harus mengeluarkan duit lagi lah untuk upah saya". Mendengar ucapan itu kontan iting langsung emosi en marah². Iting merasa bahwa upahnya kemarin itu sudah lumayan banyak. Dan untuk memperbaiki kebocoran itu tidak perlu di beri upah lagi, dan itu memang tanggung jawab Pak Simamora (bekas kerja tangannya)

Adu mulut terjadi. Belum ada titik penyelesaian. iting pergi dengan emosi, dan berniat mendatangi Pak Simamora lagi dilain waktu yang penting urusan atap bocornya harus diselesaikan Pak Simamora. Pak Simamora juga emosi, tidak mau tau dengan keadaan rumah Iting yang bocor. Baginya pekerjaannya sudah selesai, ya uwess.. Kalau mau disuruh datang lagi ya di upah lagi...

Aku mengikuti Iting. Tugasku mengantarnya ke rumah Pak Simamora sudah selesai. Iting pulang, aku pun pulang kerumah. Tapi dalam hati aku berpikir. Kalau aku yang jadi Pak Simamora, aku akan datang kembali membereskan atap yang bocor, tak peduli di kasih upah lagi atau tidak, karena dengan aku melakukan hal itu berarti yang punya rumah puas dengan kerjaanku, dan aku menghasilkan Nama Baik yang mungkin akan segera beredar dari mulut ke mulut, dan pekerjaanku sebagai "Tukang Bangunan" akan lancar, karena promosi mulut ke mulut.

Dan kalau aku jadi Iting, tanpa di mintapun aku akan memberi upah kembali. Karena aku merasa, rumahku yang bocor, aku yang butuh kenyamanan, aku yang butuh tenaga orang lain, dan aku pun ya harus rela berkorban...

Tapi sayang... aku bukan mereka!!!!!!!!

»

Sahabt-Sahabat-Ku

Follow By Facebook

  © Blogger template Si Olive... by Ourblogtemplates.com 2009

  

God Bless You ^_^.....