25 Mei 2013

Menjadi Penolong yang Sempurna

Posted by SiOliv
Kisah seperti ini biasanya aku temukan hanya di sinetron atau telenovela. Agak2 lebay, hampir alay :D
Tak pernah sekalipun terbayang atau terpikirkan olehku kalau aku, tepatnya kami, pun ternyata sampai kepada kisah itu #apaan sehhh. Semoga yang baca mengerti bahasa batinku :P

 Aku posting kisah ini karena aku yakin aku sudah pulih. Walaupun aku sendiri tak berani memastikan sudah pulih 100%. Tapi yang aku tahu, aku berusaha, aku meminta pemulihan terus menerus terjadi dalam hidupku pribadi, pemulihan untuk hatiku, untuk keluargaku ^_^  
Aku yang tersakiti... dan ternyata bukan cuma aku, suamiku juga. Aku menyadari hal ini belakangan, aku belajar, bahwa ketika seorang istri tersakiti, secara disadari atau tidak ternyata suaminya pun akan merasakan sakit yang sama. Bukankah suami istri adalah satu??? 

Sakit rasanya ketika tahu kita (tepatnya hati kita) telah di bohongi, mungkin hampir di khianati oleh orang-orang yang kita sayangi. Atau hanya aku sajakah yang merasakan sakit ketika mengalami hal seperti ini? dan orang-orang lain tidak?? Atau hanya aku sajakah yang terlalu lebay untuk merasa sakit. Dan terlalu alay untuk mengambil keputusan bahwa hatiku telah tersakiti? Tapi aku nggak sempat mengganti nama profil di FB ataupun BB jadi "SiOL1V3yangT3rchakiti" hihihihi :P Jadi aku memastikan aku nggak alay :D

Tapi aku rasa rasa sakit ini bukan sebuah keputusan. Tapi perasaan. Kalau memang harus memutuskan, aku mau memutuskan hatiku tidak sakit, tidak terluka. Tapi pada kenyataannya, pahit sekali rasanya.... Lebay ya.. Hihihihihi:D 

Lewat hal yang telah terjadi, aku belajar untuk tidak menyalahkan siapa2. Kalaupun menyalahkan suamiku, berarti aku juga salah. Bukankah salah suami juga merupakan salah istri. Karena, sekali lagi, bukankah suami istri adalah satu di hadapan Tuhan??? Bukan juga salah mereka. Karena mungkin mereka juga tidak ingin melakukannya, tapi akhirnya jatuh tak tertahankan. 
Kalau begitu aku salahkan setan saja, biar setannya stressss, setiap masalah yg terjadi selalu dia yang di salahkan, selalu dia yang di kambinghitamkan, hahahahaha :D  
Coba bayangkan, ada berapa umat manusia di belahan bumi ini yang kecewa, yang bermasalah, yang galau, yang stress, dan mereka menyalahkan setan, kan setannya stressss, disalahkan terus menerus sama seisi bumi, hihihihi 

Siapapun yang salah, baik aku, suamiku ataupun mereka, aku belajar merendahkan hati serendah-rendahnya, untuk mengampuni, memaafkan. Tapi untuk setan dan iblis, tiada maaf bagimu. Hahahha, Stresss, setresss dah lu setan :P 
Dan sampai saat ini, sampai catatan ini aku posting, aku masih belajar terus untuk melupakan :) 

Aku juga belajar untuk tidak terus menerus galau, risau. Karena aku diingatkan oleh suamiku, "Honey, kalau kamu terus-terusan hancur hati, kamu nggak akan bisa jadi Penolong bagiku. Aku butuh doa mu setiap saat
Yessss honey. Aku juga tidak mau murung terus-terusan. Aku juga tidak mau galau terus, karena hanya akan membuat aku semakin jelek. Tapi gimana, aku udah coba kuat, aku udah coba bangkit terus menerus, tapi perasaan itu datang juga terus menerus, hehehehe :D 

Dengan mengandalkan kekuatanku sendiri ternyata memang aku nggak bisa bangkit. Cuma dengan Roh Kudus aku bisa kuat. Dan mempertahankan Roh Kudus dan hadirat Tuhan untuk memenuhi hatiku terus menerus, aku sedang dan selalu berjuang untuk itu. Aku berjuang untuk suamiku, untuk anak-anakku. Dan bukan hanya aku, suamiku pun memperjuangkan hal yang sama :) 
Apalagi ketika intimidasi-intimidasi itu menyerangggggg.. Ughhhhhh, dengan segenap hati, sekuat tenaga, jiwa dan raga aku memproklamirkan "SUDAH SELESAI" 

 Ya.. semuanya memang sudah selesai. Selesai ketika kami berdoa bersama, menangis bersama, mengampuni bersama, dan dipulihkan bersama ^_^ 
Kalaupun intimidasi2 itu datang menyerang, aku harus tetap tegak berdiri, menggunakan seluruh perlengkapan senjata Allah untuk membasminya. Karena memang iblis sampai detik ini juga masih mau curi2 kesempatan untuk memporak porandakan keluargaku. Dan sampai detik ini juga aku tetap dan terus menerus memperkatakan "SUDAH SELESAI" 

Ya... tak terbayangkan olehku aku bisa mengambil sikap dewasa seperti ini. Aku yang dulunya kekanakan, yang terkadang tak jelas sikapnya, bisa bertumbuh dewasa seperti ini. Bisa mengampuni bahkan memperkatakan "aku lepaskan pengampunan atasmu, dan aku mengasihimu" kepadanya, yang telah membuatku terluka :)
Roh Kudus yang telah mendewasakanku, Kuasa Tuhan yang mengubahku. Dan aku merasakan bahwa AKU LEBIH DARI PEMENANG 

Sampai detik ini aku selalu belajar, selalu berusaha untuk menjadi Penolong yang baik, Penolong yang sempurna untuk suamiku ^_^

 Thankyou Lord untuk semua yang telah terjadi dalam hidupku. Betapa itu semua sungguh mengajarkan ku, bahwa Engkau selalu sertaku, bahwa ternyata Engkau mengasihiku lebih dari siapapun ^_^
BACA ARTIKEL INI JUGA YA ;)

1 comments on "Menjadi Penolong yang Sempurna"

sherlina halim on Rabu, 30 September, 2015 mengatakan...

Pengen yang lebih seru ...
Ayo kunjungi www.asianbet77.com
Buktikan sendiri ..

Real Play = Real Money

- Bonus Promo Red Card pertandingan manapun .
- Bonus Mixparlay .
- Bonus Tangkasnet setiap hari .
- New Produk Sabung Ayam ( minimal bet sangat ringan ) .
- Referal 5 + 1 % ( seumur hidup ) .
- Cash Back up to 10 % .
- Bonus Royalty Rewards setiap bulan .

Untuk Informasi lebih jelasnya silahkan hubungi CS kami :
- YM : op1_asianbet77@yahoo.com
- EMAIL : melasian77cs@gmail.com
- WHATSAPP : +63 905 213 7234
- WECHAT : asianbet_77
- SMS CENTER : +63 905 209 8162
- PIN BB : 2B4BB06A / 28339A41

Salam Admin ,
asianbet77.com

Download Disini

Posting Komentar

 

Si Oliv Punya Cerita... Copyright © 2009 Paper Girl is Designed by Ipietoon Blogger Template Sponsored by web hosting