17 November 2010

Andainya aku jadi mereka...

Posted by SiOliv
Senin malam, sekitar jam 20.00 WIB, aku mendengar mama mertuaku terima telpon dari seseorang. Dia menyebutnya "inanguda". Aku nggak tau pasti siapa itu. tapi dari pembicaraan mereka aku mendengar "Si oliv aja yang nganterin ya?". Weks... ada namaku disebut. Telpon ditutup. Trus mama bilang, "Kau tau rumah Pak Simamora kan? anterin dulu inanguda kesitu, mereka lagi dijalan, udah mau sampe" (dalam hati inanguda siapa??? aku nggak kenal. Trusss.. tiba² "proccesor"-ku langsung ngeh, oh.... Iting)


Iting itu sebutan nenek bagi suku Karo (karena beliau Boru Ginting). Masih saudara, tapi bisa dibilang nggak deket banget. Adiknya mama mertuaku punya mertua, nah.... Iting ini adiknya mertua adik mertuaku itu, ribet ya... hihihihii. Singkatnya si iting ini adik mertua paman suamiku (hedeh.... masih ribet juga.... pokoknya masih sodara lah)

Singkat cerita aku nganterin Iting ke rumah Pak Simamora. Sebenarnya ada masalah diantara mereka berdua. Kemarin² Pak Simamora bekerja merehab rumah Iting. Trus setelah semuanya pekerjaannya selesai, ternyata pas musim² hujan gini atapnya pada bocor semua (padahal sebelumnya tidak). Menurut pengakuan Iting, kalo hujan deras, rumahnya jadi kebanjiran, karena kayak air bah tumpah dari atas menggenangi rumah.

Iting minta Pak Simamora datang kembali membagusinya. Tapi masalahnya Pak Simamora ini merasa tidak "mengutak-atik" atap rumahnya (hanya menempel sedikit). Jadi itu bukan tanggungjawabnya. Mereka beradu argumen. Aku hanya menjadi penonton, juga Ayub (anaknya Iting). Karena aku pikir ini masalah mereka, aku tidak perlu mengeluarkan sepatah katapun.

Setelah hampir setengah jam dirumah Pak Simamora, belum ada titik temu. Iting bertahan Pak Simamora harus membetulkan kembali atapnya yang bocor, dan Pak Simamora pun bertahan bahwa itu bukan tanggungjawabnya. Sampai akhirnya Pak Simamora bersuara "Kalau Ibu mau saya datang memperbaikinya lagi, ya Ibu harus mengeluarkan duit lagi lah untuk upah saya". Mendengar ucapan itu kontan iting langsung emosi en marah². Iting merasa bahwa upahnya kemarin itu sudah lumayan banyak. Dan untuk memperbaiki kebocoran itu tidak perlu di beri upah lagi, dan itu memang tanggung jawab Pak Simamora (bekas kerja tangannya)

Adu mulut terjadi. Belum ada titik penyelesaian. iting pergi dengan emosi, dan berniat mendatangi Pak Simamora lagi dilain waktu yang penting urusan atap bocornya harus diselesaikan Pak Simamora. Pak Simamora juga emosi, tidak mau tau dengan keadaan rumah Iting yang bocor. Baginya pekerjaannya sudah selesai, ya uwess.. Kalau mau disuruh datang lagi ya di upah lagi...

Aku mengikuti Iting. Tugasku mengantarnya ke rumah Pak Simamora sudah selesai. Iting pulang, aku pun pulang kerumah. Tapi dalam hati aku berpikir. Kalau aku yang jadi Pak Simamora, aku akan datang kembali membereskan atap yang bocor, tak peduli di kasih upah lagi atau tidak, karena dengan aku melakukan hal itu berarti yang punya rumah puas dengan kerjaanku, dan aku menghasilkan Nama Baik yang mungkin akan segera beredar dari mulut ke mulut, dan pekerjaanku sebagai "Tukang Bangunan" akan lancar, karena promosi mulut ke mulut.

Dan kalau aku jadi Iting, tanpa di mintapun aku akan memberi upah kembali. Karena aku merasa, rumahku yang bocor, aku yang butuh kenyamanan, aku yang butuh tenaga orang lain, dan aku pun ya harus rela berkorban...

Tapi sayang... aku bukan mereka!!!!!!!!
BACA ARTIKEL INI JUGA YA ;)

2 comments on "Andainya aku jadi mereka..."

Mbah Dukun Bagong on Jumat, 26 November, 2010 mengatakan...

mmm inangoda itu apa ya mbak?

Si Oliv... on Jumat, 26 November, 2010 mengatakan...

@Mbah Dukun Bagong: Hehehehe... Inanguda itu artinya TANTE (ADIKNYA MAMA), ini sebutan untuk suku Batak Toba. Gitu lho Mbah..... ^_^

Posting Komentar

 

Si Oliv Punya Cerita... Copyright © 2009 Paper Girl is Designed by Ipietoon Blogger Template Sponsored by web hosting